Sejarah Gambelan di Desa Akah

  • 26 Oktober 2015
  • Dibaca: 430 Pengunjung
Sejarah Gambelan di Desa Akah

Awal mula adanya instrument Gambelan Gong Kebyar di Desa AKAH, Berawal dari suatu perkumpulan ( sekhe ) pada tahun 1972.Dimana perkumpulan ini,hanyalah beranggotakan lima belas sampai dua puluh orang.Pada saat itu hanya mempunya instrument Gambelan Mini,Yaitu :

–          2 Tungguh Gangsa

–          2 Tungguh Kantilan

–          2 Tungguh Jublag

–          1 Tungguh Ugal

–          Reong

–          Gong Lanang,Wadon

–          Klenong

–          Ceng-ceng Kopyak 4 Cakep

–          Ceng-ceng Ricek

–          Tawa-tawa

–          Kempli

–          Kendang Jedugan 1 Pasang

–          Kendang Krumpung 1 pasang

Pada saat itu,perkumpulan itu belum menjadi SEKHE DESA,melainkan masih  sebagai SEBUNAN ( sekhe yang terdapat di 1 wilayah ).Setelah itu Pada tahun 1980,Bendesa DESA AKAH yaitu I MADE KASTA, menyarankan tiap Banjar Harus ada 5 Orang pengayah untuk menjadi penabuh di DESA, dan di jadikan sebagai Sekhe Desa,dengan luput ( tidak kena beban ) di Banjar masing-masing,dengan ketentuan ngayah tiap Piodalan Di Pura-pura Desa,ataupun kegiatan-kegiatan yang ada di Desa. Maka dengan itu Sekhe / Perkumpulan yang dulu,sejak saat itu di gabungkan ke Sekhe Desa,Dan menjadi Sekhe Inti di DESA AKAH.Gambelan yang sudah ada yaitu Gambelan mini tersebut,di tukar tambah di Desa Tihingan Klungkung,oleh Bendesa Adat,menjadi sebuah instrument Gambelan Gong Kebyar yang lengkap.Dan juga Sejak saat itu Dibentuk pengurus Sekhe,dan sampai sekarang tetap berjalan.

Fungsi dan Perkembangan Nya

Gambelan Gong Kebyar yang ada di Desa AKAH,tidak lah hanya di pergunakan dalam yadnya atau pun acara-acara yang terdapat di Desa,melainkan juga ada beberapa masyarakat yang mengupah ( menyewa ) untuk kegiatan Upacara di Rumah atupun di Kantor-kantor Daerah.

Perkembangan nya sekarang sangat lah bagus. Di mana,sekarang sudah di bentuk suatu perombakan dengan membuat penabuh Wanita,Anak-anak,dan juga penabuh Remaja,yang di mana banyak menumbuhkan bibit penabuh yang bisa menjadi penerus di Desa AKAH,dan Bisa menjadi Kebanggaan di Desa.Para penabuh di Desa AKAH sering juga mewakili Kabupaten Dalam PKB,dan juga Ngayah- ngayah keluar BALI,seperti ke Lumajang.

  • 26 Oktober 2015
  • Dibaca: 430 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel