Euforia Pecalang Desa Akah Ikut Lomba Tarik Tambang

  • 03 Mei 2016
  • Dibaca: 568 Pengunjung
Euforia Pecalang Desa Akah Ikut Lomba Tarik Tambang

Perayaan HUT Puputan Klungkung ke-108 dan HUT Kota Semarapura ke-24 tahun 2016 tergolong meriah. Berbagai perlombaan dan hiburan diadakan untuk memeriahkan hari jadi Kota Semarapura ini. Tak hanya para remaja, seluruh pegawai yang ada di Klungkung pun turut bersemangat dalam mengikuti rangkaian perlombaan yang diadakan.

    Desa Akah pun tak mau kalah. Dalam lomba tarik tambang yang diadakan di Gor Swecapura, Desa Akah menurunkan 12 orang pecalangnya untuk berpartisipasi. Menurut Tim Pelaksana Kegiatan dalam acara HUT Puputan Klungkung, Dewa Alit mengatakan, para pecalang ini cukup mendadak dalam menerima pemberitahuan mengikuti pertandingan. “Awalnya yang mau dikirim adalah para perangkat desa. Namun, setelah saya pikir, rasanya lebih baik jika pecalang yang berangkat. Tenaganya pasti lebih besar,” ungkap Dewa ketika ditemui di Kantor Perbekel Desa Akah. Jadi, atas persetujuan dari Perbekel, 12 orang pecalang akhirnya berangkat ke Gor Swecapura, dengan rincian sepuluh orang pemain inti, dan dua orang cadangan.

    Meski mendadak, semangat dan antusiasme dari peserta tak diragukan lagi. Dengan penuh semangat, mereka menarik tali tambang demi mengharumkan nama Desa Akah. “Tiga pertandingan Desa Akah menang berturut-turut. Pertama, melawan Disperindag. Kedua, bertemu dengan SMK 1 Klungkung, dan yang ketiga, Desa Akah kebagian melawan Kecamatan Klungkung,” jelas Dewa dengan bangga.

    Dengan tiga kemenangan di tangan, Desa Akah berhasil maju ke babak semifinal. Pertandingan pertama di semifinal, Desa Akah beradu kekuatan dengan Kodim 1610 Klungkung. “Nah, pas melawan Kodim inilah, Desa Akah tumbang dan langsung gugur,” ujar Dewa. Walaupun hanya bisa sampai semifinal, Dewa mengaku bangga dengan para pecalang yang bersedia bertanding. “Mereka sudah berjuang sekuat tenaga,” tandasnya.

    Sementara itu, ditemui pada hari yang sama, Perbekel Desa Akah, I Nyoman Sujati mengatakan hal senada dengan Dewa Alit. “Kekuatan lawan ‘kan tidak bisa diprediksi. Para pecalang pun saya lihat sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya,” ujar Sujati yang juga sempat menonton jalannya pertandingan. Ia juga berharap, tahun depan Desa Akah bisa pulang membawa piala. “Kekalahan sekarang dijadikan pelajaran, sehingga tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya tegas.

  • 03 Mei 2016
  • Dibaca: 568 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita